Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak-anaknya

Disampaikan oleh Ummi Sa’diyah pada Liqo’ 2 Desember 2014 di teras Masjid Al Mufid.

Setelah membahas mengenai kewajiban wanita terhadap Allah, sekarang saatnya membahas kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan orang tua terhadap anak-anaknya. Sebagaimana Allah berfirman dalam Surat Al Anfal: 28 bahwasanya “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”. Disampaikan oleh Allah bahwa anak itu hanyalah cobaan, oleh karenanya memiliki anak itu disertai dengan tanggung jawab dan kewajiban yang luar biasa, jika tanggung jawab dan kewajiban itu bisa dituntaskan maka kita akan mampu mendapatkan pahala yang besar.

Seorang anak memiliki hak untuk dilahirkan dalam sebuah ikatan pernikahan, oleh karenanya wajib bagi setiap muslim untuk menjauhi zina agar dapat memberikan hak anak tersebut.

Setelah anak dilahirkan, maka wajib kedua orangtuanya untuk bersyukur atas kelahirannya.

Melaksanakan beberapa hal yang telah disyariatkan setelah kelahiran; membacakan adzan dan iqomat untuk menjauhkan gangguan jin, tahni’ (mengoleskan kurma pada bibir bayi), dan menyelenggarakan aqiqah yaitu pada 7 atau 14 atau 21 hari setelah kelahiran bayi. Dalam melaksanakan aqiqah diperlukan dua kambing jantan untuk bayi laki-laki dan satu kambing untuk bayi perempuan. Aqiqah ini hanya wajib dikerjakan bagi yang mampu. Berbeda dengan kurban, aqiqah harus diberikan dalam keadaan telah dimasak. Saat aqiqah, rambut bayi dipotong lalu ditimbang. Besar timbangan rambut itu diukur sesuai dengan harga emas, lalu disedekahkan.

Wajib hukumnya bagi seorang ibu untuk menyusi bayinya hingga berumur 2 tahun.

Mendidik dengan didikan yang baik mencakup akhlak, spiritual, intelektual, hati/ perasaan, kesehatan, kedisplinan, kemandirian, keteladanan dan perhatian serta pembiasaan. Anak-anak sebelum usia tujuh tahun dikatakan seperti raja, saat-saat inilah orang tua wajib memberikan perhatian yang lebih besar. Memasuki usia tujuh tahun anak harus mulai diajari untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban, seperti shalat, puasa, menutup aurat. Jika umur sepuluh tahun anak masih belum mau melaksanakan kewajiban tersebut, maka orang tua berhak untuk memberikan tindakan yang tegas.

Advertisements

Islam dan Syahadat

Resume dari Liqo bersama Ummi Sa’diyah pada 18 November 2014 di teras Masjid Al Mufid, Klipang Semarang dengan tema Islam dan Syahadat.

Pintu masuk sebagai orang islam adalah syahadat, dan sesungguhnya setiap  manusia telah disyahadatkan oleh Allah jauh sebelum mereka dilahirkan di muka bumi. Itulah kenapa setiap anak yang dilahirkan fitrahnya cenderung menuju kebaikan. Seringnya bayi akan bangun sebelum subuh, sebagai pertanda bahwa telah masuk subuh dan mengingatkan orang tuanya untuk segera mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat.

Sejatinya setiap manusia telah mengenal siapakah Tuhan mereka sebenarnya, namun karena tuntunan orangtuanya juga pengaruh lingkungannya, seringkali manusia tersesat dan menjadi pemeluk agama lain. Oleh karena itu sebagai orang tua kita wajib untuk tidak hanya mengenalkan Allah SWT sebagai satu-satunya yang wajib disembah, namun juga mengajarkan pada anak-anak kita untuk selalu dekat kepadaNya.

Islam itu pada dasarnya sangat sederhana, yaitu ketika kita mampu menegakkan rukun islam yang berupa 5 perkara; syahadat — bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan shalat, berpuasa, berzakat dan pergi haji bagi yang mampu.

Sebaik-baiknya dzikir adalah La illaha illallahu… Basahilah bibir kita dengan kalimat ini untuk selalu mengingatNya.

Kewajiban Wanita Terhadap Allah

Disampaikan oleh Ummi Sa’diyah – 10 ┬áNovember 2014

di teras Masjid Al Mufid – Klipang, Semarang

 

Adapun kewajiban wanita terhadap Allah yang utama adalah sebagai berikut:

  1. Melaksanakan rukun islam; syahadat, sholat, puasa. zakat dan haji.
  2. Menyerahkan diri kepada Allah sebagaimana termaktub dalam Quran surat Al Hud:56 berikut ini “Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus”
  3. Bersikap ikhlas. Namun tentunya yang harus disadari adalah ikhlas itu merupakan sebuah proses untuk menuju hati yang jernih, murni, bersih dan lepas.
  4. Sabar dalam ketaatan, sabar untuk tidak bermaksiat, dan sabar dalam menerima takdir.
  5. Merasa selalu diawasi oleh Allah.
  6. Mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan amalan-amalan sunnah.
  7. Percaya penuh kepada Allah dan meyakini bahwa semua yang ditakdirkan oleh Allah untuk kita adalah hal yang terbaik.
  8. Memperbaiki taubat dan selalu membasahi bibir dengan istighfar. Rasulullah SAW beristighfar 1000 kali setiap hari.